Entahlah

image

Entahlah. Aku tak tahu sampai kapan aku akan terus jatuh cinta padamu. Karenanya, cinta untukmu setiap hari adalah yang terbaik yang mampu ku beri.
Sayang, jangan pernah berhenti menasihatiku. Kamulah orang yang paling peduli padaku setelah orang tuaku. Kepadamu, aku kan usahakan yang terbaik.

Wahai pemilik tulang rusuk ini..
Aku merindumu..
Sangat-sangat rindu..

Jakarta, 7 Februari 2015

Cerita Untukmu (1)

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum wr. wb.
Pah, bagaimana keadaan papah sekarang? Sehatkah? Bahagiakah? Masihkah engkau terus menyerukan nama-Nya?
Masihkah papah peduli pada masyarakat? Masihkah papah mencintai keluarga ini?

Tahukah engkau pah, anakmu yang dulunya bandel ini sekarang sedang menjalani hidup yang membuatnya tak henti-hentinya bersyukur. Meski..
Terjun dalam rutinitas yang membosankan jika tak diselingi dengan niat mencari keridhoan-Nya.
Berada dalam kota yang kata kebanyakan orang kehidupan disini begitu “keras”.
Meski tahu, saat ini anakmu ini sedang jauh dari kehangatan keluarga di rumah.

Melalui surat ini perkenankanlah anakmu ini bercerita sedikit tentang kehidupannya yang mungkin kau anggap masih kekanakan.
Entah darimana aku harus memulainya. Bingung.
Pah, tahukah engkau? Saat ini anakmu sudah bukan anak kecil lagi. Sudah bisa menghidupi diri sendiri dan insyaaAllah juga orang lain.
Apa yang ku tulis di LIFE PLANNING (rencana hidup) alhamdulillah sudah tercapai satu per satu. Termasuk bekerja di DJP, mengabdikan diri untuk negara.

Tapi apakah aku lalai, bahwa ada misi lain di balik rencana hidup itu. Yaitu, ingin sekali membahagiakanmu, membuatmu bangga memiliki anak seperti ini.
Pah, kira-kira apa yang bisa membuatmu bahagia dan bangga? Apakah dalam bentuk materi, ataukah dalam bentuk lain?
Maaf jika saat ini engkau masih kecewa memiliki anak sepertiku. Maaf jika tidak seperti yang engkau inginkan.

Pah, dengan kehidupan yang berkecukupan ini anakmu sudah sangat bersyukur.
Tapi dengan keadaan seperti ini, yaitu hidup sendiri di kota antah-berantah ini, apakah aku mampu jika itu terus berlangsung hingga bertahun-tahun?
Tanpa tahu ada tujuan, hidup akan hambar dan tidak menantang.
Haruskah aku menjadi wanita karier, yang bekerja keras sampai memegang posisi puncak dalam organisasi?
Ataukan aku menjadi pelajar, yang terus mengejar pendidikan setinggi-tingginya hingga S3?
Bukan.. Bukan itu yang aku cita-citakan..

Cita-citaku sederhana, ingin menjadi wanita yang dirindu oleh surga.
Papah tahu kan, wanita seperti apa yang dirindukan oleh surga?
Wanita yang taat pada suaminya.. *bersambung

Sebuah Prolog

Assalamu’alaikum..
Dear someone,
Mungkin belum terhitung lama aku mengenalmu. Namun, entah mengapa begitu besar harapan yang ada dalam benakku mengenai dirimu.
Saat ini aku merindumu. Emm, lebih tepatnya sudah sejak lama. Bukan semacam rindu yang bisa terobati ketika bertemu.
Rindu ini, rindu yang akan terobati ketika terlafalkan ijab-qobul, di hadapan Allah dan ribuan malaikat-malaikat-Nya.
Maka, aku akan terus merindumu sampai saat itu tiba.

Kamu tahu apa esensi rindu? Perasaan senang kah atau sedih? Oh, aku pernah membahas ini sebelumnya.
Tapi kamu mungkin tak menghiraukannya.
Yang aku rasakan ketika rindu adalah sakit di dalam hati, yang kemudian menjalar ke seluruh tubuh.
Hingga otak memberikan perintah pada sang mata untuk memproduksi air yang lebih dari keadaan normalnya.

Oh, rindu, kau begitu abstrak.

Kata orang, cinta itu indah. Tapi bagiku, untuk masuk ke dalamnya begitu banyak pertimbangan yang besar.

Aku mohon jangan terlalu besar mengharapkanku.

Terima kasih atas semuanya, selama ini.

2014/2015 *kayak tahun ajaran ajah*

wall
Wahai calon pangeran surgaku, aku disini berdoa agar dipertemukan denganmu pada waktu yang tepat. Aku disini berusaha memperbaiki diri, memperbaiki amalan-amalan sunnah, memperbaiki kualitas ibadah yang merupakan kewajibanku kepada-Nya. Beberapa saat yang lalu aku terburu-buru sangat ingin mengawali ini semua dengan sebuah akad yang disaksikan para malaikat-malaikat Allah SWT. Namun, seiring berjalannya waktu aku sadar, aku masih jauh dari apa yang seharusnya dimiliki seorang yang siap untuk itu.
Wahai calon imamku nanti, apakah engkau disana merasakan hal yang sama sepertiku?

Semarang, 16 Februari 2014

Kecenderungan Hati

Begitu sampai di warung, Nisa bergegas mengambil lauk secukupnya. Ya, cukup untuk makan malam dirinya, adiknya serta kucing-kucingnya. Sementara ia mengambil lauk, dua orang pemuda dengan usia sepantaran dirinya datang. Mereka berniat melepas penat sembari mengisi perut yang katanya belum diisi sejak tadi pagi. Merapel sarapan pagi dengan makan siang. Istilah gaulnya brunch alias breakfast-lunch. Padahal saat itu sudah pukul dua siang. Betapa malangnya kedua pemuda ini. Pasti anak kosan. Dan jomblo. Continue reading

God Must Have Spent A Little More Time On You

Image

Mengapa kamu bersedih nurul?
Ibumu tak menghilang tanpa bekas kan?
Bukankah ia hanya hidup di alam yang berbeda? Bahkan beliau bisa bertemu langsung dg Allah. Beliau milik Allah kan? Allah begitu menyayanginya, sehingga 2 tahun yang lalu beliau dipanggil untuk menghadap-Nya.
Tak ingatkah apa yg sudah beliau wariskan kepadamu?
Segala macam ilmu, bahkan doa yg km panjatkan tiap habis solat dan sebelum tidur akan menjadi amal jariyah baginya.
Oh, km ingin ibumu mengenakan pakaian kebesaran di akhirat? Jadilah Hafidzah nurul. Kalau belum bisa, minimal jadilah anak solehah.
Km tak ingin kan, membebani ibumu disana?

Nurul, jadi seperti itulah hidup. Tak ada kata hidup jika tak ada kata mati. Kematian itu mutlak. Km jangan lengah mempersiapkan pertemuanmu dengan Allah. Berdandanlah dengan segala amal kebaikan. Riaslah wajahmu dengan ibadah kepada-Nya agar kelak km berada di sebelah kanan singgasana-Nya. Berada dalam suatu barisan yang dipimpin oleh kekasih-Nya, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wassalam.

Sekarang, apalagi yang membuatmu bersedih nurul? Bukankah Allah selalu bersamamu?

Sedikit curahan pikiran beberapa saat yang lalu

Image

Belajar itu tidak melulu harus bidang yang sesuai dengan passionmu. Hmm, bukan bermaksud melarang, tapi di dunia ini masih banyak hal yang bisa kita kuasai. Alat tampung ilmu yang sudah diamanahkan Sang Pencipta kepada kita harus disyukuri dengan cara memanfaatkannya semaksimal mungkin. Sebelum nantinya teronggok di dalam tempurung dan membusuk di liang lahat.

Sebagai contoh, Muhammad Al-Fatih. Beliau mampu menaklukkan Konstantinopel (sekarang Turki), yang pada jamannya orang-orang menganggap bahwa tembok besar lapis tiga yang mengelilinginya tidak bisa ditembus oleh pasukan manapun. Tapi beliau dengan segala ilmu yang dikuasainya: Ilmu Kepemimpinan, Ilmu Agama, Ilmu Astronomi, Ilmu Bahasa, Sejarah, bahkan beliau juga suka menggambar.

Sebisa mungkin buatlah alat itu membawa kita ke Lifetime Happiness kita, yaitu ketika kehidupan damai setelah mati kita. Jangan berpikir kita nggak akan dibangkitkan lagi. Jangan dikira setelah mati kita tidak dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan di dunia. Allah Maha Adil. Allah itu perhitungan. Manfaatkan alat itu agar bisa membantu siapapun supaya di pengadilan nanti kita bisa menuai buah yang manis.

<3 Lembar Hadits <3

Bila seorang wanita telah menunaikan shalat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga kesucian farjinya, dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, Masuklah ke surga dari delapan pintu surga yang manapun yang engkau suka. (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan dishahihkan oleh Al Albani)

Hanya dengan melakukan 4 hal tersebut seorang wanita bisa masuk surga. Enteng ya. Eh tapi, jaman sekarang nggak sedikit lo wanita yang lupa akan tugas utamanya karena kebanyakan mereka mengejar karier, ada yang sampai ke luar negeri mencari jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Padahal ilmu bisa dicari dengan mengikuti kursus. Dan jangan lupa ilmu yang paling penting dari yang terpenting adalah ilmu agama. Wanita ga punya kewajiban bekerja, karena sejatinya kewajibannya ketika menjadi seorang istri adalah mengajari anak-anaknya sehingga menjadi anak sholeh/sholehah dan melayani suaminya..

Emm, kalo ada yang punya sudut pandang lain, bolehlah kiranya dishare disini.. ^_^

I Love Insting!

Image

Something happen to me, but I don’t know what to do

Before Augusts 26th, 2013

I always think I am an artist who can draw, sketch, and paint. I can design too. So, I draw, and sketch, and make more painting. Until people believe that I can do these entire things. Yes, these all my skill.
My personality test results from face reading explain that I have logical, spatial, and verbal ability. And it explains that I must be an accountant or lawyer. (duh, lama-lama susah juga nulis pake English) “^^, lanjuuutss..
Tapi setelah bergaul dengan buku-buku motivasi, saya jadi tertarik sama yang namanya tes STIFIn. Continue reading