dari Batok Kelapa

Alhamdulillah, akhirnya bisa posting gambar dengan bantuan scanner, hasilnya lebih tajam. Setelah sekian lama terkurung dalam keprimitifan, yaitu memotret gambar hasil sketsa dengan kamera hape. Sekarang bisa pamer sedikit lah, udah pake teknologi yang lebih canggih, setidaknya untuk saat ini, sementara waktu, mumpung di rumah ada scanner, sebelum nanti kembali ke jaman batu karena sebentar lagi aku akan kembali ke kos-kosan.. (⌣́_⌣̀”)

Mau curhat sedikit nih, barusan pengumuman IP semester 5, dan tahu ga apa yang terjadi? Nilaiku hancur saudara-saudara, sehancur hatiku saat mengetahui kabar itu, apalagi setelah mengetahui keadaan teman-teman seperjuangan, Dandelion, bukan cuma hancur, bahkan menjadi remah-remah pasir dan kemudian diterbangkan angin gurun, menimpa wajah para musafir gurun dan entah bagaimana caranya berakhir di selokan-selokan perkampungan Arab. Ini cobaan terberat yang ku alami selama kuliah di STAN, khususnya dalam bidang akademis. Rasa sesak kemudian merasuk kemudian menjalar dari dada ke seluruh tubuh, perih. Tapi untung saja aku punya Allah yang Maha Adil. Mungkin saat ini kami sedang berada dalam jurang, semoga besok kami sanggup terbang tinggi sampai menembus atmosfer bumi menuju galaksi terjauh… uhyeeeah!!╭(′▽`)╯

Kali ini kita akan membahas tentang uuu.. *dipotong

Stop!!..

Hwat??

Plis mbak, Anda sedang tidak presentasi, jadi jangan gunakan kalimat itu…

Iyo~ iyo~ soriii~  (-_-“)

Lanjut yah.. :3

Setelah mengalami beribu-ribu penundaan bahkan dibentuk gerakan separatis untuk menolak dengan keras proses pengerjaan sketsa ini, akhirnya dengan niat yang baik dan hati yang tulus sketsa ini jadi dengan penuh perjuangan dengan bermodalkan sifat malas dengan berbagai halangan dan rintangan berupa makhluk-makhluk yang berhati jahanam dan licik dengan diselingi proyek-proyek yang semakin hari semakin banyak seiring dengan bertambahnya usia dan ide-ide yang berjatuhan dari langit sampai-sampai hampir tumpah wadahku untuk menangkapnya meskipun sebenarnya semua kata-kata itu tadi adalah lebay dan sungguh tidak bertanggung jawab.

Intinya sketsa itu sudah selesai.

Sketsa ini merupakan contoh soal ujian saringan masuk teknik arsitektur.

Sebelum melanjutkan ke proses dan tips-tips mengerjakannya, aku akan mengupas dulu judul dari postingan ini.

“dari Batok Kelapa” sungguh kata-kata yang sangat tidak romantis. Jelas, karena kalimat itu hanya menggambarkan sebagian kecil gambar diatas. Coba direnungkan dulu, kira-kira benda apa ya yang ada hubungannya dengan batok kelapa? aku beri waktu seperempat jam deh…

*belum sampai seperempat jam*

Pasti gayungnya kan? Right?

Hmm, boleh juga. Padahal aku lebih curiga sama odolnya. Bentuknya ga karuan seperti itu, jangan-jangan komposisinya terbuat dari ekstrak batok kelapa, atau mungkin sabunnya juga?? Bisa jadi saudara-saudara.. bisa jadi.. kalian janganlah mudah termakan iklan… jangan sampai…

Tapi benar sih jawaban yang pertama tadi, batok kelapa digambarkan oleh gayung spesial buat mandi kembang. Terinspirasi dari soal yang disediakan di buku, sbb:

Soal: Menggambar peralatan kamar mandi berupa ember kayu, sabun batang, gayung dari batok kelapa, handuk, sikat gigi, dan pasta gigi yang disimpan di sudut jamban.

Note: Jangan tanyakan sesuatu tentang jamban!

 

Fokus please!

 

Sekarang waktunya kita masuk ke acara inti, mari kita sambut tamu terhormat kita “Tips dan Trik Menggambar Benda Nyata”… plok..plok..plok..

Langsung aja!

Pertama-tama kita buat dulu bentuk volume benda-benda secara kasarnya:

  1. Tentukan proporsi benda sehingga terlihat logis, jadi ukuran ember harus lebih besar dari gayungnya, bukan sebaliknya.
  2. Jangan ada jawaban yang tertinggal, kerjakan dengan teliti. Tadi kan disebutin apa aja barang-barang yang musti ada di dalam gambar. Pastikan jangan sampai kelewat satu pun.
  3. Pusat perhatian, ukuran ember paling besar dibandingkan dengan benda lainnya. Kita jangan sampai lupa konsep “Pusat Perhatian” (Point of Interest). Benda yang merupakan point of interest ciri-cirinya, antara lain: mempunyai bentuk yang berbeda, ukurannya paling besar, paling tinggi, atau posisi yang berbeda dari benda yang lain (miring).

Keduanya, tambahkan detail benda sedikit demi sedikit:

  1. Tambahkan buih sabun untuk mempertegas identitas benda
  2. Lakukan substraktif dan additif untuk memunculkan identitas tube pasta gigi. Subtraktif yaitu mengurangi sebagian dari volume tanpa menghilangkan bentuk dasar. Additif adalah menambah unsur-unsur tertentu kepada volume benda
  3. Tambahan background. Background di gambar ini berupa pohon dan dedaunan.
  4. Tambahkan tekstur bulu pada handuk sehingga menimbulkan kesan benda yang lembut dan lunak
  5. Tambahkan benda berupa papan cucian untuk penguasaan bidang gambar.

Terakhir, lakukan pengarsiran untuk memunculkan kesan bayangan.

 

Nah, kira-kira seperti itu tahapannya…

Semoga bermanfaat… ^_^

About these ads

One thought on “dari Batok Kelapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s